Target 10 Ribu Mahasiswa, ITPLN Siapkan Kampus Satelit hingga Buka Prodi S3

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menargetkan jumlah mahasiswa mencapai 10.000 orang dalam lima tahun ke depan. Untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung kampus, ITPLN menyiapkan strategi pengembangan kampus satelit di sejumlah daerah serta membuka program doktor (S3).

Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa mengatakan, peningkatan jumlah mahasiswa menjadi tantangan serius karena kondisi kampus saat ini sudah mulai padat.

“Kita ingin mahasiswa mencapai 10 ribu, minimal 8 ribu. Kalau ditanya kampus ini cukup atau tidak, ya tidak. Sekarang sudah sesak,” ujar Prof. Iwa dalam Rapat Kerja ITPLN di Kampus ITPLN, Selasa, 30 Desember 2025.

Menurutnya, pembangunan gedung baru bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu panjang. Karena itu, ITPLN memilih strategi membuka kelas lintas wilayah melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat).

“Kita bangun satu lintas, bekerja sama dengan Pusdiklat. Yang paling dekat nanti di Pasuruan, lalu Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi,” ucapnya.

Ia mencontohkan kerja sama dengan wilayah Pemerintah Kabupaten Tabalong yang memiliki kawasan tambang dan pembangkit listrik. Daerah tersebut membutuhkan sumber daya manusia berkompetensi tinggi, sehingga membuka peluang kerja sama pendidikan.

“Di sana ada industri, ada pembangkit. Mereka butuh tenaga kerja yang kompeten. Itu sebabnya mereka percaya kepada kita,” katanya.

Dia menambahkan, ITPLN juga dipercaya menjalankan program pendidikan daerah seperti penerimaan sejumlah mahasiswa dari wilayah tertentu seperti Kabupaten Tabalong sebagai bagian dari program seribu sarjana dan pemberdayaan masyarakat.

Di sisi akademik, ITPLN menargetkan peningkatan kualitas dosen dan pembukaan program studi baru. Saat ini, ITPLN memiliki sekitar 60 dosen bergelar doktor dan puluhan guru besar.

“Insyaallah tahun depan, kalau tidak ada halangan, kita akan membuka program studi S3,” ujar Prof. Iwa.

Ia menegaskan arah pengembangan ITPLN ke depan berfokus pada peningkatan kualitas mahasiswa, penguatan link and match dengan industri, akreditasi internasional, serta peran aktif kampus dalam mendukung transisi energi.

“Saya mengajak seluruh sivitas akademika menjadi ksatria petir, bagian dari transisi energi. ITPLN harus menjadi rising star, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di ASEAN,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (YPK PLN) Supriyadi mengungkapkan, pengembangan kampus ITPLN membutuhkan investasi besar dengan nilai mencapai Rp 1,6 triliun.

“Dana yang ada sekarang baru sekitar Rp 30 miliar. Kalau dibandingkan dengan kebutuhan Rp 1,6 triliun, itu baru sebagian kecil,” kata Supriyadi.

Meski demikian, ia menegaskan YPK PLN tetap optimistis pengembangan kampus dapat diwujudkan secara bertahap.

“Kalau tidak optimistis, mungkin kita sudah bilang ini mustahil. Tapi kita yakin ada jalan,” katanya.

Supriyadi menyebutkan, jumlah alumni ITPLN saat ini mencapai sekitar 12.000 orang dan menjadi modal sosial penting dalam pengembangan ITPLN ke depan.

Dalam lima tahun ke depan, kata dia, jumlah mahasiswa ditargetkan mencapai 10.000 orang. Karena itu, konsep pengembangan kampus tidak lagi bertumpu pada satu lokasi.

“Kalau pakai garis linier, gedung ini jelas tidak cukup. Maka solusinya ada kampus utama, kelas jauh, dan pengembangan fasilitas baru,” ucap Supriyadi.

Ia menambahkan, ITPLN akan dikembangkan sebagai green and smart campus dengan luas kawasan hampir 40 hektare. Saat ini, ucapnya, YPK PLN juga tengah mengurus perizinan akses dan pembangunan gerbang utama kampus.

“Kita ingin kampus ini menjadi simbol kemajuan, modern, hijau, dan cerdas,” kata Supriyadi.***

Author: Humas