JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) mendorong mahasiswa baru tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun kepemimpinan, kepedulian sosial, dan karakter kuat sebagai penggerak perubahan. Pesan itu disampaikan Menteri Diktisaintek Prof. Brian Yuliarto saat Pekan Penerimaan Mahasiswa Baru (Karisma) 2026 bertajuk Karisma Gelora, Senin, 7 September 2026.
Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto mengatakan mahasiswa baru perlu bertransformasi secara cepat dan adaptif ketika berpindah dari lingkungan sekolah ke dunia perguruan tinggi. Pendidikan tinggi, kata dia, harus menjadi ruang pembentukan manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak bagi masyarakat dan bangsa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya berorientasi pada keberhasilan akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta karakter yang kuat sebagai penggerak perubahan,” ujar Brian dalam tayangan video pada acara Karisma Gelora di kampus ITPLN, Senin, 7 September 2026.
Menurut Brian, proses adaptasi mahasiswa dapat dimulai melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Program tersebut menjadi momentum untuk menanamkan persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air, sekaligus mengenalkan mahasiswa pada kehidupan akademik dan berbagai kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
PKKMB juga dinilai menjadi ruang pembekalan agar mahasiswa siap menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Bekal tersebut diharapkan membentuk lulusan yang memiliki kemampuan intelektual, keterampilan, karakter, cinta tanah air, dan wawasan global.
“Untuk itu, bermimpilah besar, beranilah melangkah, berkaryalah tanpa henti,” kata Brian.
Brian mengajak perguruan tinggi menyambut mahasiswa baru sebagai calon pemimpin bangsa sekaligus memperkuat gagasan kampus berdampak. Menurut dia, pendidikan tinggi harus menumbuhkan budaya belajar yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menghadapi masa depan.
Dalam Karisma 2026, mahasiswa baru ITPLN akan mengikuti rangkaian pembekalan selama sepekan. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, antara lain perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, PLN Group, industri, alumni ITPLN, serta sivitas akademika.
Kampus Bukan Sekadar Tempat Meraih Gelar
Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk mengaktualisasikan diri dan menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan kampus bukan sekadar tempat memperoleh ijazah.
“Mengaktualisasikan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi ITPLN maupun masyarakat. Itulah gelora yang harus kita bangun,” kata Iwa.
Menurut Iwa, mahasiswa harus membangun kompetensi, karakter, jejaring, pengalaman, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi selama berada di kampus. Karena itu, mahasiswa diminta tidak sekadar datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan laboratorium, organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, program inovasi, serta berbagai kesempatan lain yang tersedia di ITPLN.
“Ketika nanti kalian memasuki dunia profesional, yang dibutuhkan bukan hanya ijazah, tetapi juga kemampuan menjawab persoalan dan memberikan solusi,” katanya.
Iwa juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan nilai Energy Plus sebagai pedoman perilaku selama menjalani pendidikan di ITPLN. Nilai tersebut terdiri atas Etika, Nasionalis, Excellent, Responsif, Global, dan Inovatif.
Etika menekankan integritas, disiplin, dan kejujuran. Nasionalis berarti menggunakan ilmu dan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi bangsa. Excellent mendorong mahasiswa menghasilkan karya terbaik secara profesional.
Adapun Responsif menekankan kemampuan beradaptasi dan kepedulian terhadap perubahan. Nilai Global mendorong mahasiswa memiliki wawasan internasional dan mampu berkolaborasi tanpa kehilangan jati diri. Sementara Inovatif berarti keberanian berpikir kreatif dan menciptakan solusi bagi masyarakat, industri, dan bangsa.
“Saya tidak ingin Energy Plus hanya kalian hafalkan. Walaupun memang pertama harus dihafalkan, tetapi harus diresapi. Saya ingin kalian merasakan bahwa nilai-nilai Energy Plus terlihat dalam perilaku kalian sehari-hari,” tegas Iwa.
Karisma 2026 pun menjadi titik awal bagi mahasiswa baru ITPLN untuk memasuki lingkungan perguruan tinggi sekaligus membangun fondasi akademik dan karakter. Pesan yang disampaikan pemerintah dan kampus bermuara pada satu tuntutan: mahasiswa tidak hanya menjadi pencari gelar, tetapi harus tumbuh sebagai insan yang mampu menciptakan perubahan.***
