Perkuat Link and Match, Mahasiswa ITPLN Digembleng Ahli Las Industri

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat program link and match dengan dunia industri melalui kolaborasi bersama PT Intan Pertiwi Industri. Kerja sama untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja tersebut diwujudkan lewat Seminar dan Workshop KOBELCO Welding Electrode Manufacturing in Indonesia yang digelar di Kampus ITPLN.

Workshop itu menghadirkan praktisi dari PT Intan Pertiwi Industri dan PT Intan Sukses Globalindo yang membagikan perkembangan teknologi pengelasan, pemilihan material, hingga praktik terbaik di sektor manufaktur. Selain mengikuti seminar, mahasiswa juga menjalani praktik langsung di Laboratorium Mekanika dan Manufaktur agar memahami standar kerja industri secara nyata.

Direktur Sekolah Vokasi ITPLN Tony Koerniawan menegaskan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting dalam pembelajaran vokasi.

“Kami mendukung penuh kegiatan seminar dan workshop seperti ini karena mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari para praktisi yang setiap hari berkecimpung di industri. Pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika mereka memasuki dunia kerja nantinya,” ujar Tony dalam keterangannya, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, pengalaman belajar berbasis praktik akan memperkuat kompetensi mahasiswa, mulai dari pemahaman teknologi elektroda las, prosedur pengelasan, pemilihan material, hingga budaya kerja profesional yang diterapkan di industri manufaktur.

Sementara itu, Praktisi PT Intan Pertiwi Industri Farhan Mawardi menekankan bahwa pemilihan elektroda las harus disesuaikan dengan karakteristik material dan kebutuhan proyek agar menghasilkan sambungan yang kuat serta aman digunakan.

“Pemilihan kawat las tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap jenis elektroda memiliki fungsi dan aplikasinya masing-masing sehingga harus disesuaikan dengan spesifikasi material maupun beban kerja konstruksi,” kata Farhan.

Ia menjelaskan salah satu produk unggulan perusahaan adalah elektroda LB-52-18 yang memenuhi standar AWS A5.1 E7018. Elektroda bertipe low hydrogen tersebut mengandung iron powder sehingga cocok digunakan untuk pengelasan baja tarik tinggi dengan kekuatan sekitar 50 kgf/mm².

Menurut Farhan, produk tersebut telah diaplikasikan pada berbagai proyek strategis nasional, seperti pembangunan pelat kapal, jembatan, bangunan baja, bejana tekan, hingga proyek PLTU Batang.

“Keandalan sambungan las sangat menentukan umur layanan suatu konstruksi. Karena itu kami terus menjaga kualitas produk agar memenuhi standar internasional dan mampu mendukung proyek-proyek industri berskala besar,” katanya.

Selain memproduksi berbagai jenis elektroda las, PT Intan Pertiwi Industri juga memperkenalkan standar internasional di bidang pengelasan, di antaranya AWS, ASME, JIS, serta standar klasifikasi perkapalan seperti BKI, ABS, LR, BV, dan DNV GL. Perusahaan juga mengembangkan beragam metode pengelasan busur listrik, mulai dari SMAW, GMAW, FCAW, SAW, hingga GTAW yang digunakan di sektor manufaktur, konstruksi, dan energi.

Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Non-Destructive Testing (NDT) PT Intan Sukses Globalindo Berry James Manurung menjelaskan pentingnya teknologi NDT untuk menjamin keselamatan dan keandalan aset industri tanpa merusak material yang diperiksa.

“NDT memungkinkan kami mengetahui kondisi material tanpa harus merusaknya. Dengan deteksi dini, risiko kerusakan besar dapat diminimalkan sehingga keselamatan pekerja, masyarakat, dan keandalan operasi pembangkit tetap terjaga,” kata Berry.

Berry menambahkan, metode NDT seperti Ultrasonic Testing (UT), Radiographic Testing (RT), Penetrant Testing (PT), dan Magnetic Particle Testing (MT) kini banyak digunakan pada inspeksi boiler, turbin, sistem perpipaan, pressure vessel, hingga sambungan las. Menurutnya, penguasaan teknologi tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan teknik karena membuka peluang karier sebagai inspector, engineer, QA/QC, hingga technical sales di berbagai sektor industri.***

Author: Humas