Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sivitas ITPLN Didorong Jadi Pribadi Unggul

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ilmi ITPLN. Penceramah Ustadz Zabidi Maemun, Lc., MA. mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menjadikan kehidupan Nabi sebagai suri teladan.

Ustadz Zabidi mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak harus digelar secara berlebihan. Menurut dia, kesederhanaan acara tidak mengurangi makna kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW dan harapan memperoleh syafaat Rasulullah.

“Hari ini kita gelar Maulid Nabi dengan seadanya, tapi tidak mengurangi rasa cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Kita berharap mendapatkan syafaat Rasulullah,” ujar Zabidi dalam ceramahnya di Masjid Nurul Ilmi ITPLN, Kamis, 24 September 2026.

Ia mengingatkan jamaah bahwa harapan memperoleh syafaat harus disertai dengan amal ibadah. Menurut Zabidi, ibadah yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bekal bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan sekaligus menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah.

“Orang seperti kita tidak mungkin berharap mendapatkan syafaat kalau tidak punya modal. Semoga ibadah kita setiap waktu menjadi modal agar kita mendapatkan syafaat dari Rasulullah,” katanya.

Dalam ceramahnya, Zabidi juga menyampaikan bahwa Islam merupakan agama yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia. Ia mengajak jamaah memahami sejarah dan perjalanan umat Islam, termasuk tradisi yang berkembang dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di berbagai wilayah.

Ia mengatakan tradisi Maulid Nabi berkembang dalam beragam bentuk di dunia Islam. Ada peringatan yang diisi dengan pembacaan sejarah kehidupan Rasulullah, selawat, ceramah, hingga berbagai bentuk ekspresi kegembiraan yang tetap ditempatkan dalam konteks penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah sumber sejarah memang mencatat beragam versi mengenai awal tradisi peringatan Maulid Nabi. Diantaranya, terdapat catatan mengenai tradisi peringatan kelahiran Nabi sejak masa awal Islam, sementara perkembangan seremoni Maulid dalam bentuk yang lebih terorganisasi juga dikaitkan dengan sejumlah penguasa dan wilayah pada periode berikutnya.

Salah satu nama yang kerap muncul dalam catatan sejarah ialah Raja Muzhaffaruddin al-Kaukabri, penguasa Irbil. Sejumlah sumber menyebut ia menggelar peringatan Maulid secara besar-besaran. Namun, catatan sejarah mengenai siapa yang pertama kali menyelenggarakan Maulid dalam bentuk seremoni seperti yang dikenal sekarang tidak sepenuhnya tunggal.

Karena itu, bagi Zabidi, esensi Maulid bukan semata-mata terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada upaya menghidupkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengingat akhlak, perjuangan, dan keteladanan Nabi agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Rektor IV ITPLN Bidang Pengembangan Usaha Strategis, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, MM., IPU., ASEAN Eng., QRGP, mengatakan peringatan Maulid Nabi di lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Dia menegaskan, Momentum Maulid Nabi SAW bisa menjadikan sivitas akademika ITPLN berkarakter unggul dan rahmatan lil aalamiin.

“Kami berharap Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sivitas akademika, baik dalam menjalankan tugas, membangun integritas, maupun memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendorong seluruh sivitas menjadi pribadi unggul rahmatan lil aalamiin,” kata Ahsin.***

Author: Humas