Pecah! Lomba Agustusan ITPLN Bikin Dosen hingga Tenaga Kependidikan Makin Kompak

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Lomba Agustusan di lingkungan Institut Teknologi PLN (ITPLN) berlangsung meriah saat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Lapangan olahraga kampus berubah menjadi arena adu kekompakan dosen hingga tenaga kependidikan yang mengikuti berbagai permainan itu.

Lapangan olahraga yang dipenuhi hiasan merah putih itu pecah diwarnai gelak tawa, teriakan dukungan, dan aksi peserta yang berusaha menyelesaikan tantangan. Setiap permainan membuat jarak antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan mencair.

Manajer Bagian Humas dan Stakeholder ITPLN, Abdul Farid, mengatakan, perlombaan Agustusan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus memberi ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai.

Di lapangan, peserta dibagi dalam sejumlah kelompok untuk mengikuti lima kategori permainan. Estafet sarung menjadi salah satu permainan yang menguji koordinasi dan kecepatan tim. Peserta harus bergerak bersama dalam balutan permainan sederhana yang justru membuat suasana semakin riuh ketika anggota tim mulai kehilangan ritme.

Ada pula lomba masukan buah pare ke dalam mulut galon juga menuntut ketepatan gerak dan kesabaran peserta. Permainan tersebut menghadirkan pemandangan berbeda dari rutinitas akademik. Orang-orang yang sehari-hari terbiasa berhadapan dengan pekerjaan administratif, kegiatan pengajaran, atau urusan kampus kini sibuk berkonsentrasi menyelesaikan tantangan permainan.

Begitu pun dengan lomba makan kerupuk yang menghadirkan keseruan yang lebih klasik. Kepala peserta bergerak mengikuti kerupuk yang digantung, sementara tangan harus tetap berada pada posisi yang ditentukan. Sorak-sorai dari rekan satu tim pun menjadi penyemangat, sekaligus sumber tawa ketika peserta kesulitan menghabiskan kerupuk.

Keseruan berlanjut melalui estafet bola. Peserta dituntut menjaga keseimbangan dan bekerja sama agar bola dapat berpindah sesuai aturan permainan. Di sinilah lomba tidak lagi sekadar mengandalkan kemampuan individu. Kecepatan satu orang akan menjadi sia-sia jika koordinasi dengan anggota tim lainnya berantakan.

Sementara itu, estafet kardus menambah variasi tantangan. Permainan tersebut mengandalkan kekompakan, kelincahan, dan strategi sederhana. Di sejumlah sudut lapangan, peserta tampak berkumpul menyaksikan jalannya perlombaan, sementara sebagian lainnya mengabadikan momen melalui telepon seluler.

Bagi Abdul Farid, semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut bukan hanya kemeriahan sesaat. Lomba Agustusan menjadi cara sederhana untuk merawat kebersamaan keluarga besar ITPLN sekaligus menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam lingkungan kerja: saling mendukung, bergerak bersama, dan menikmati proses sebagai satu keluarga. Di tengah rutinitas kampus yang padat, lapangan olahraga hari itu menjadi pengingat bahwa rasa kebersamaan juga merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah kampus transisi energi.***

Author: Humas