JAKARTA — Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN (ITPLN) menghadirkan kuliah tamu internasional bertajuk “The Development of Nanotechnology and Its Impact on the Electro Mechanical Industry” melalui skema International Guest Lecture yang digelar secara daring.
Kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa mempelajari langsung perkembangan nanoteknologi dari akademisi kelas dunia.
Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Syamsir Abduh menegaskan, pentingnya eksposur global bagi mahasiswa vokasi agar siap menghadapi perubahan cepat di era industri 4.0.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendorong keunggulan akademik, penguatan jejaring global, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah tantangan era industri modern,” ujar Syamsir di kampus ITPLN, belum lama ini.
Menurutnya, ITPLN senantiasa menghadirkan akademisi internasional yang memiliki rekam jejak kuat dalam riset dan penerapan nanoteknologi, baik di ranah akademik maupun industri. Sehingga, ungkapnya, wawasan dosen tamu ini akan memberikan perspektif global sekaligus memperkuat budaya kolaborasi internasional di lingkungan ITPLN.
“Nanoteknologi saat ini dipandang sebagai salah satu pendorong utama inovasi di sektor elektro-mekanik. Pengembangan material maju, komponen berukuran mikro, sistem sensor cerdas, hingga teknologi energi berdaya efisiensi tinggi disebut telah mengubah pendekatan konvensional dalam rekayasa teknik, sekaligus meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri,” jelasnya.
Hadir sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Wan Azmi bin Wan Hamzah dari Universiti Malaysia Pahang – Al Sultan Abdullah memaparkan peran strategis nanoteknologi dalam transformasi industri elektro mekanik.
Menurutnya, penerapan teknologi skala nano memungkinkan pengembangan komponen yang lebih ringan, efisien, dan tahan lama, sekaligus membuka peluang inovasi di sektor energi, otomasi, dan elektronik.
“Nanoteknologi bukan hanya soal material kecil, tetapi tentang lompatan besar dalam efisiensi dan daya saing industri,” kata Wan Azmi.
Ia juga mengaku bangga dapat berbagi pengetahuan dengan mahasiswa ITPLN dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan teknologi masa depan.
Kuliah tamu ini dipandu oleh Istianto Budhi Rahardja sebagai moderator, dengan Awalya Damis Reraningtyas, mahasiswa D3 Teknik Mesin, bertindak sebagai pembawa acara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sistem pembelajaran 4-4-2 yang diterapkan Sekolah Vokasi ITPLN, di mana 20 persen proses belajar dilakukan melalui kuliah tamu dari akademisi maupun praktisi. Kehadiran narasumber internasional dinilai memperkuat komitmen ITPLN dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab interaktif yang membahas aplikasi nyata nanoteknologi di dunia industri. Selain aspek teknis, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi global dan kemampuan lintas disiplin sebagai kunci menghadapi tantangan industri modern.
Meski dilaksanakan secara daring, kuliah tamu internasional ini tetap berlangsung dinamis dan aplikatif, sekaligus menegaskan arah Sekolah Vokasi ITPLN dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.***