Libatkan PKK, ITPLN Latih Warga Kunciran Indah Tangkap Cuan Baru dari Minyak Jelantah

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

TANGERANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi PLN (ITPLN) mendorong inovasi pengelolaan minyak jelantah di lingkungan RW 02 Blok K/M, Kelurahan Kunciran Indah, Kota Tangerang. Program ini mengenalkan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tambah, salah satunya lilin pelangi aroma terapi.

Kegiatan PkM ITPLN 2025 tersebut digelar di Kantor Sekretariat RW 02 Blok K/M Kunciran Indah. Inisiatif ini menyasar ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai penggerak utama pengelolaan limbah rumah tangga berbasis prinsip 3R—reduce, reuse, recycle—dan ekonomi sirkular.

Ketua Tim PkM ITPLN, Lisdiana, mengatakan pengolahan minyak jelantah di tingkat rumah tangga membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar berjalan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan limbah minyak jelantah di rumah tangga menjadi peluang nyata penerapan konsep daur ulang berbasis komunitas.

“Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar burner aroma terapi bukan hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Limbah minyak yang biasanya dibuang ternyata dapat diolah kembali menjadi bahan bakar yang bersih dan stabil,” ujar Lisdiana saat berbincang, Senin, 15 Desember 2025.

Dalam kesempatan ini, tim PkM ITPLN juga menyerahkan bantuan berupa sound system untuk mendukung aktivitas pertemuan warga dan ibu-ibu PKK, serta etalase sebagai tempat memajang hasil kerajinan tangan warga.

Anggota Tim PkM ITPLN, Istianto Budhi Rahardja, menjelaskan minyak jelantah yang telah melalui proses penyaringan dan pemurnian mampu menghasilkan nyala api stabil. Kondisi ini dinilai cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar burner aroma terapi.

“Minyak jelantah dapat menjadi sumber energi terbarukan setelah melalui proses pemurnian. Saat digunakan pada burner aroma terapi, panas yang dihasilkan stabil sehingga optimal untuk melepaskan aroma minyak esensial,” kata Istianto.

Ia menambahkan, pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya berdampak pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka pasar baru. Produk aroma terapi berbasis bahan bakar alternatif dinilai memiliki prospek, terutama di kalangan konsumen yang menggemari produk ramah lingkungan.

Ketua RW 02 Kelurahan Kunciran Indah, Ngadiyono, menyambut positif program tersebut. Sedikitnya 40 warga dari 10 RT mengikuti sesi pelatihan di Sekretariat RW 02. Ia menilai program ini membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan ekonomi warga.

“Ini bukan hanya soal mengurangi limbah minyak jelantah, tetapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatannya sebagai bahan bakar burner aroma terapi,” ucap Ngadiyono.

Ia berharap bantuan dan pelatihan dari tim PkM ITPLN dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi warga RW 02 untuk mengenal proses pemurnian minyak jelantah hingga menjadi produk bernilai ekonomi. “Kami berharap kemampuan warga dalam menghasilkan lilin pelangi aroma terapi terus meningkat,” katanya.

Ketua PKK RW 02, Istiyatin Waluyat, menilai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi merupakan langkah kecil dengan dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis pemurnian minyak jelantah, mulai dari penyaringan bertingkat, penghilangan bau, hingga pencampuran bahan tambahan agar bahan bakar lilin aroma terapi lebih stabil dan aman digunakan. Tim PkM juga memberikan pemahaman terkait standar keamanan penggunaan minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas lain untuk mengadopsi prinsip 3R sekaligus mengembangkan potensi ekonomi sirkular di lingkungan masing-masing.***

Author: Humas