Klinik Lisna ITPLN Siapkan Program Well-Being bagi Mahasiswa dan Civitas Akademika

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — PT PLN (Persero) meresmikan Klinik Lisna Syifa Prima di sejumlah lokasi, termasuk di lingkungan kampus Institut Teknologi PLN (ITPLN). Direktur Utama Klinik Lisna Syifa Prima, Pandi mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan program peningkatan layanan kesehatan kampus, terutama untuk mahasiswa ITPLN dan civitas akademika lainnya

Pandi menyebut, kliniknya tengah menyiapkan sistem monitoring well-being mahasiswa. Program itu mencakup aktivitas harian, kegiatan sosial, hingga pola kesehatan personal.

“Nanti mahasiswa bisa mendaftar. Program well-being-nya akan dilakukan seperti apa—aktivitas sosial, kegiatan hariannya—itu bisa ada di dalamnya,” ujar Pandi saat berbincang usai peresmian Klinik Lisna, Kamis, 19 Desember 2025.

Ia menambahkan, sistem yang tengah dikembangkan ini sejalan dengan langkah program Educanteen ITPLN yang turut memantau kandungan gizi makanan di kantin.

“Makan itu harus dimonitor kandungan gizi, kalorinya dan sebagainya. Banyak cara sebetulnya, akhirnya kita jaga tetap sehat,” kata Pandi.

Meski demikian, Pandi mengingatkan pentingnya kesehatan mahasiswa sebagai prasyarat keberhasilan aktivitas akademik, terutama untuk mahasiswa ikatan kerja PLN. Dia mendorong agar setiap mahasiswa tetap menjaga pola makan dengan baik dan rutin berolahraga.

“Mahasiswa itu memang harus sehat. Kalau badan tidak sehat, pasti semua aktivitas akan terikat,” kata Pandi.

Menurutnya, tiga pilar pokok kesehatan harus menjadi perhatian penting yang mesti dilakukan mahasiswa, yakni rutinitas berolahraga, pola makan yang baik dan benar hingga senantiasa berpikiran positif dan tetap semangat untuk kehidupan lebih baik.

Pandi mengaku sejak kecil jarang mengonsumsi obat karena menjaga gaya hidup. “Kalau pun harus berobat, ya seminimal mungkin. Intinya dijaga dulu agar jangan sampai sakit,” katanya.

Di tengah dorongan menjaga pola makan, Pandi mengungkap dirinya menjalani intermittent fasting 16 jam. Menurutnya, metode itu menjadi salah satu cara menjaga metabolisme tetap stabil.

Pihaknya berharap, kehadiran Klinik Lisna Syifa Prima di Duri Kosambi ITPLN akan memperkuat pelayanan medis untuk mahasiswa ITPLN tanpa menjadikan mereka bergantung pada pengobatan.

“Harapannya kami bisa melayani mahasiswa dengan baik. Tapi prinsipnya, mahasiswa harus menjaga kesehatannya dengan baik. Walaupun ada klinik di sana, bagaimana caranya agar mahasiswa tidak sampai ke klinik. Tapi, kalaupun dibutuhkan kita siap,” tegasnya.

Kepala Rektorat ITPLN, Purnomo memberikan dukungan penuh terhadap penguatan layanan kesehatan mahasiswa melalui Klinik Lisna Syifa Prima. Menurutnya, kampus bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

“Mahasiswa kita harus punya daya tahan. Akademik, kegiatan organisasi, hingga kesiapan menuju dunia kerja—semua itu membutuhkan tubuh dan pikiran yang bugar,” kata Purnomo.***

Author: Humas