KUALA LUMPUR – Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Ahmad Romadhoni Surya Putra PhD, menyambut baik rencana Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) memperluas kerja sama pendidikan internasional di Malaysia. Hal ini dia ungkapkan kepada perwakilan APERTI BUMN yang berkunjung ke Malaysia beberapa waktu lalu.
Dukungan itu mencakup peluang Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, pengabdian kepada masyarakat, program beasiswa, hingga pengembangan kerja sama perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, KBRI Malaysia menilai kehadiran dosen dan mahasiswa Indonesia dapat membantu penyelenggaraan pembelajaran bagi anak-anak warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
“Ruang kolaborasi pendidikan di Malaysia cukup terbuka, terutama melalui satuan pendidikan bagi anak-anak Indonesia serta kegiatan kemahasiswaan yang memiliki relevansi dengan masyarakat,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dia menegaskan, KBRI Kuala Lumpur terbuka terhadap kegiatan KKN internasional maupun bentuk pengabdian lainnya. Namun, pelaksanaannya perlu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan agar kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau mau pengabdian dan mau mendapatkan surat rekognisi dari kami, minimal dua hari di lokasi,” kata Ahmad dalam pertemuan dengan jajaran APERTI BUMN.
Ia menjelaskan, ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan pengabdian tidak sekadar menjadi aktivitas singkat. Peserta juga diminta mengikuti kalender kegiatan yang ditetapkan KBRI, bukan semata-mata mengikuti kalender akademik masing-masing perguruan tinggi.
Kebijakan itu, kata Ahmad, berkaitan dengan karakteristik perguruan tinggi yang berbeda-beda. Karena itu, KBRI berupaya membuat pengaturan yang lebih seragam bagi mahasiswa dari berbagai kampus Indonesia yang hendak melakukan kegiatan di Malaysia.
Selain KKN dan pengabdian masyarakat, ucapnya, KBRI Kuala Lumpur juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjalani program student visit dan kegiatan akademik lainnya. Kesempatan tersebut dapat berlangsung di KBRI maupun sejumlah perwakilan RI di Malaysia dengan mekanisme yang disesuaikan dengan lokasi dan ketentuan keimigrasian.
Untuk program di KBRI Kuala Lumpur, Ahmad menyebut mahasiswa dapat mengajukan kegiatan dengan periode yang telah ditentukan. Adapun mahasiswa yang memiliki visa pelajar di Malaysia memiliki ruang waktu yang lebih panjang sesuai ketentuan yang berlaku.
KBRI juga membuka peluang praktik pengalaman lapangan (PPL) bagi mahasiswa dari program studi yang berkaitan dengan pendidikan. Kesempatan itu dapat diarahkan ke sekolah Indonesia di Malaysia yang selama ini menjadi bagian dari layanan pendidikan bagi anak-anak WNI.
Selain itu, KBRI Kuala Lumpur juga berharap, perguruan tinggi yang tergabung dalam APERTI BUMN bisa membuka peluang memberikan beasiswa bagi warga migran, terutama bagi lulusan CLC seperti Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan lainnya. Sehingga, lulusan ini memiliki peluang untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, salah satunya melalui beasiswa APERTI BUMN.
Ahmad mengatakan kerja sama pendidikan juga dapat diperluas ke perguruan tinggi di Malaysia. Menurut dia, pengembangan kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia di bidang pendidikan dan antarperguruan tinggi.
Dalam konteks pendidikan masyarakat Indonesia di Malaysia, Ahmad juga menyinggung keberadaan Community Learning Center (CLC). Sebagian CLC telah memiliki izin dari pemerintah Malaysia, sedangkan masih terdapat pusat kegiatan belajar masyarakat yang belum memperoleh izin.
Situasi tersebut membuat kegiatan yang melibatkan pihak Indonesia perlu memperhatikan status dan izin masing-masing lembaga. Menurut Ahmad, kerja sama dengan CLC yang telah memiliki izin relatif lebih memungkinkan untuk dilakukan.
Kunjungan APERTI BUMN ini diikuti juga oleh sejumlah delegasi, dipimpin oleh Dr. Nadia Paramita, ST.,MT.,dari Institut Teknologi PLN (ITPLN) yang juga Direktur Eksekutif APERTI BUMN, Isman Kurniawan, Ph.D., dari Telkom University, Dr. Erlina Diamastuti, SE., M.Si., Ak., CA, CSRS, CSRA, CRA mewakili Universitas Internasional Semen Indonesia, Loliwati Sh., MKn., Bhagaskoro Ardhianto Kurniawan, S.hum., M.Pd dari Politeknik Semen Indonesia.
Direktur Eksekutif APERTI BUMN Nadia Paramita mengatakan peluang kerja sama yang ditawarkan KBRI Kuala Lumpur menjadi ruang penting bagi perguruan tinggi anggota APERTI BUMN untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa.
“Kolaborasi dengan KBRI Malaysia tidak hanya diarahkan pada kegiatan akademik, tetapi juga pengabdian masyarakat, KKN internasional, program pendidikan, serta peluang kolaborasi lain dengan institusi dan perusahaan yang beroperasi di Malaysia,” ungkap Nadia.
APERTI BUMN juga melihat peluang pengembangan jejaring dengan berbagai pihak di Malaysia, termasuk melalui perusahaan Indonesia yang telah memiliki kegiatan operasional di negara tersebut.
Bagi APERTI BUMN, dukungan KBRI tersebut memberikan pijakan untuk memperluas program internasional yang tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa. Kolaborasi diharapkan berkembang menjadi kerja sama kelembagaan antara perguruan tinggi Indonesia, institusi pendidikan Malaysia, serta perwakilan RI.***