JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menerima 1.677 mahasiswa baru pada 2026 untuk memperkuat pasokan talenta di sektor energi dan ketenagalistrikan. Dari jumlah tersebut, 1.208 mahasiswa atau sekitar 70 persen memperoleh beasiswa dari berbagai sumber.
Penerimaan mahasiswa baru ITPLN 2026 mencatat antusiasme tinggi dengan 23.000 peminat dan 10.256 pendaftar. Para mahasiswa baru tersebut mengikuti Pekan Penerimaan Mahasiswa Baru (Karisma) 2026 bertajuk Karisma Gelora yang dimulai Senin,
Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengatakan mahasiswa ITPLN tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Mereka dituntut mampu menjadi pemecah masalah yang memahami kebutuhan industri, khususnya di tengah percepatan transisi energi menuju target net zero emission.
“Industri tidak lagi sekadar mencari sarjana yang lulus dengan IPK tinggi atau yang sekadar hafal teori di dalam kelas. Industri mencari pemecah masalah,” ujar Henri saat memberikan sambutan dalam Karisma Gelora 2026, Senin, 7 September 2026.
Menurut Henri, perubahan kebutuhan industri harus diikuti perubahan paradigma pendidikan tinggi. Kampus tidak cukup menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi harus memastikan ilmu dan teknologi yang dipelajari mahasiswa menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Ia mendorong mahasiswa baru ITPLN aktif melakukan eksperimen di laboratorium, terlibat dalam riset transisi energi, dan mengenal ekosistem profesional sejak masih di bangku kuliah.
“Teknologi secanggih apa pun, sistem kelistrikan sepintar apa pun akan runtuh jika dikelola oleh SDM yang tidak memiliki integritas atau etika. Pintar secara akademik adalah keharusan, tetapi berintegritas adalah harga mati,” tegas Henri.
Henri juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa ketahanan energi nasional membutuhkan talenta yang mampu mengembangkan teknologi sendiri. Ia mengutip pandangan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie mengenai pentingnya kemampuan anak bangsa dalam membangun Indonesia.
“Jangan bergantung pada teknologi impor jika Anda sendiri bisa merancangnya di kampus ini,” katanya.
Ia meminta ITPLN terus memperkuat tata kelola, mutu akademik, dan hubungan dengan industri agar kampus tersebut tetap menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi yang unggul di bidang energi.
Henri juga mengimbau mahasiswa baru memperhatikan kesehatan selama mengikuti rangkaian Karisma. Imbauan itu disampaikan menyusul kondisi udara Jabodetabek yang disebut sedang terdampak sebaran abu vulkanik.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Admisi ITPLN, Andi Dahroni, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap ITPLN.
“Tahun ini kami mencatat peminat sebanyak 23.000, dengan 10.256 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 1.677 mahasiswa berhasil diterima di berbagai program studi,” kata Andi.
Menurut Andi, akses terhadap pendidikan juga menjadi perhatian ITPLN. Sebanyak 1.208 mahasiswa baru atau sekitar 70 persen dari total penerimaan mendapatkan beasiswa.
Beasiswa tersebut berasal dari sejumlah mitra, antara lain PT PLN, pemerintah daerah, program APERTI BUMN, KIP Kuliah, serta dukungan bagi anak guru dan siswa berprestasi.
Andi menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas di bidang teknologi dan energi dapat diperluas kepada mahasiswa dari berbagai daerah.
“Ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas di ITPLN dapat dijangkau oleh siapa pun,” katanya.
Dari total mahasiswa baru tersebut, 147 mahasiswa merupakan penerima program ikatan kerja. Namun, Andi menegaskan peluang berkarier di lingkungan PLN Group dan perusahaan mitra tetap terbuka bagi mahasiswa lainnya.
“Jangan berkecil hati. Bagi mahasiswa di luar program ikatan kerja, terbuka kesempatan untuk bersaing mendapatkan peluang-peluang besar, salah satunya melalui 100 lulusan terbaik yang berpeluang direkrut perusahaan-perusahaan yang telah menjadi mitra ITPLN,” tuturnya.
Karisma Gelora 2026 akan diisi berbagai materi hingga sepekan ke depan. Materi mencakup pengenalan kampus, etika komunikasi dan teknologi, budaya integritas serta antikorupsi, hingga pengenalan dunia industri.
Dalam Karisma Gelora ITPLN 2026, hadir juga perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, PLN Group, industri, alumni, sivitas akademika ITPLN, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bagi ITPLN, rangkaian Karisma bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Momentum tersebut menjadi pintu awal pembentukan talenta yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri energi, terutama ketika Indonesia memasuki fase percepatan transisi menuju energi bersih.***