JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Unindo dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) sektor energi, khususnya untuk menjawab kebutuhan transisi energi nasional. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan pendidikan vokasi, magang industri, hingga teaching factory berbasis kebutuhan nyata industri.
Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa menegaskan, penguatan link and match dengan industri menjadi strategi utama ITPLN untuk menempatkan diri sebagai perguruan tinggi rujukan di bidang energi dan ketenagalistrikan.
“ITPLN ditugaskan oleh direksi PLN untuk menjadi kawah candradimuka di bidang energi dan ketenagalistrikan. Karena itu, kami mengambil langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi langsung dengan industri,” ujar Iwa saat audiensi dengan Unindo, Senin, 22 Desember 2025.
Menurut Iwa, tantangan transisi energi membutuhkan pendekatan pendidikan yang berbeda dari perguruan tinggi konvensional. ITPLN, kata dia, sejak awal diarahkan untuk fokus pada pengisian kebutuhan SDM transisi energi, mulai dari pemetaan kebutuhan kompetensi hingga penerapannya dalam kurikulum.
Ia menyebut, konsistensi ITPLN di bidang transisi energi telah mendapatkan pengakuan nasional. Dewan Energi Nasional memberikan penghargaan kepada ITPLN sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam transisi energi. Selain itu, ITPLN juga meraih Silver Award dari Kementerian Diktisaintek sebagai perguruan tinggi dengan kerja sama terbaik.
“Capaian ini tidak lepas dari kontribusi mitra industri, termasuk Unindo. Karena itu kami terus melakukan safari kerja sama agar visi kami sebagai perguruan tinggi berkelas internasional di bidang energi dan teknologi ramah lingkungan bisa tercapai,” kata Iwa.
Dalam kerja sama ini, ITPLN mendorong mahasiswa—khususnya pendidikan vokasi—untuk terlibat langsung di industri melalui skema magang panjang hingga dua kali magang dengan durasi minimal enam hingga sepuluh bulan. ITPLN juga menargetkan pembangunan teaching factory agar mahasiswa dapat belajar secara end-to-end sambil bekerja.
Iwa menambahkan, sistem pembelajaran ITPLN dirancang dengan komposisi 40-40-20. Sebanyak 40 persen pembelajaran berupa penguasaan teori, 40 persen berbasis studi kasus dan pemecahan masalah industri, serta 20 persen melalui guest lecture dari praktisi industri.
“Kami ingin mahasiswa belajar dari masalah nyata industri. Industri memberi problem, mahasiswa mencari solusi. Di situlah proses belajar terjadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Unindo, Azis Setiawan, menyambut baik peluang kolaborasi dengan ITPLN. Ia menegaskan, kerja sama dengan institusi pendidikan sejalan dengan sejarah dan DNA Unindo sebagai perusahaan yang sejak awal berfokus pada transfer teknologi energi.
“Unindo sejak awal didirikan untuk mentransfer teknologi energi, khususnya dari Prancis ke Indonesia. Jadi kembali berkolaborasi dengan kampus adalah kembali ke core value kami,” kata Azis.
Azis menjelaskan, Unindo terbuka untuk menerima mahasiswa magang dengan skema yang ketat dan profesional. Mahasiswa magang di Unindo akan diperlakukan setara dengan karyawan, lengkap dengan identitas kerja, fasilitas, hingga pengalaman kerja nyata.
“Magang di Unindo sama seperti rekrutmen karyawan. Mereka punya ID, fasilitas kerja, dan pengalaman profesional. Ini penting agar mahasiswa benar-benar siap masuk dunia industri,” ungkapnya.
Selain magang, Unindo juga membuka peluang kolaborasi dalam pengajaran, seminar, hingga penyediaan peralatan pendukung pembelajaran di kampus. Menurut Azis, diskusi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kerja sama berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami ingin kolaborasi ini tidak sporadis, tapi terkelola dengan baik. Harapannya, mahasiswa ITPLN benar-benar siap menjadi talenta energi masa depan,” kata Azis.***

