ITPLN Gandeng HIOKI, Mahasiswa Dibekali Teknologi Terbaru Energi

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggandeng perusahaan instrumen pengukuran elektronik HIOKI dalam Seminar Instrumentasi dan Aplikasi Pengukuran untuk Parameter Kelistrikan di Jaringan Distribusi. Kegiatan yang digelar di Kampus ITPLN pada 15 Juni 2026 lalu itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.

Direktur Sekolah Vokasi ITPLN Tony Koerniawan mengatakan mahasiswa vokasi perlu memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri agar memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Mahasiswa vokasi harus memiliki nilai tambah yang tidak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman belajar langsung bersama praktisi industri. Seminar ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi terkini, memperluas wawasan, serta memperkuat kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin dinamis,” ujar Tony dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, kolaborasi dengan HIOKI menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif sesuai kebutuhan industri energi.

Praktisi HIOKI, Rachmad Hidayat, hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan perkembangan teknologi instrumentasi, metode pengukuran parameter kelistrikan, hingga pemanfaatan instrumen modern untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi tenaga listrik. Seminar berlangsung interaktif dengan dipandu Clara Ferlita Binaisuru, mahasiswa D3 Teknologi Listrik.

Dalam pemaparannya, Rachmad memperkenalkan pembaruan sistem pengukuran daya yang dirancang untuk evaluasi inverter berbasis silikon karbida (SiC) dan galium nitrida (GaN), serta optimalisasi sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan kendaraan listrik.

Teknologi tersebut mengintegrasikan modul input U7001 yang memiliki kemampuan sampling rate hingga 2,5 MHz dengan resolusi 15-bit. Sistem ini mampu mengukur fluktuasi daya secara simultan pada berbagai titik pengukuran.

Rachmad menjelaskan, perangkat tersebut dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi pada sistem konversi energi dua arah yang melibatkan baterai penyimpanan dan kendaraan listrik. Melalui fitur Auto-mode Efficiency Calculation, instrumen dapat menghitung rugi-rugi daya dan efisiensi secara real time sesuai arah aliran energi, baik saat pengisian daya maupun regenerasi.

Di sektor otomotif, sistem pengukuran itu mampu melakukan analisis simultan hingga empat motor penggerak kendaraan listrik. Pengukuran mencakup parameter torsi, pulsa, serta input daya pada sistem dual motor yang banyak digunakan pada kendaraan listrik modern.

Sementara pada sektor energi terbarukan, perangkat PW8001 dapat digunakan untuk memantau kinerja Power Conditioning System (PCS) pada instalasi PLTS. Sistem mampu menampilkan parameter penting seperti efisiensi, rugi-rugi daya, daya reaktif gelombang fundamental, nilai riak arus searah (DC ripple), hingga ketidakseimbangan tiga fase secara bersamaan.

Teknologi tersebut juga mendukung analisis karakteristik panel surya melalui pembacaan kurva arus-tegangan (I-V Curve). Pengukuran meliputi Tegangan Sirkuit Terbuka (Voc), Arus Hubung Singkat (Isc), Titik Daya Maksimum (Pmax), serta parameter operasi maksimum lainnya.

Dengan tingkat akurasi dasar mencapai ±0,07 persen pada frekuensi daya 50/60 Hz dan kemampuan pengukuran hingga 1.500 volt AC maupun DC, sistem ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan pengujian dan pengembangan teknologi energi masa depan secara lebih presisi.

Seminar ini seluruh mahasiswa dan dosen Sekolah Vokasi ITPLN. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III ITPLN, Purnomo, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan kompetensi vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui kegiatan tersebut, ITPLN berharap mahasiswa dapat memahami perkembangan teknologi instrumentasi terkini sekaligus memperoleh gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri dalam menghadapi era transisi energi dan digitalisasi sistem ketenagalistrikan.***

Author: Humas