ITPLN Buka Kampus Satelit di Pandaan, Tahun Ini Mulai Terima Mahasiswa Baru

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) bersiap memperluas akses pendidikan tinggi dengan membuka kampus satelit atau Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Langkah awal akan dilakukan di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan mengoptimalkan fasilitas gedung PLN Udiklat Pandaan.

Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, mengatakan pembukaan PSDKU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan kebutuhan pasar di masing-masing daerah.

“Selama pusdiklat itu bisa dipakai dan market-nya ada, pasti akan kami jajaki. Yang pertama Pandaan, kemudian ada rencana di Banjarbaru, Makassar, Palembang, dan Medan. Papua masih kami kaji, tapi tidak menutup kemungkinan kalau pusdiklat dan pasarnya tersedia,” ujar Prof. Iwa saat sosialisasi bersama Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN), kemarin.

Menurut Prof. Iwa, optimalisasi gedung-gedung PLN Pusdiklat menjadi kunci pengembangan kampus satelit ITPLN di berbagai daerah. Selain efisien dari sisi infrastruktur, skema ini dinilai mampu memperluas akses pendidikan vokasi dan akademik bagi pegawai PLN maupun masyarakat umum di daerah.

Terlebih, jelas Prof. Iwa, ITPLN juga rutin membuka program upskilling pegawai PLN yang selama ini banyak dilakukan di perguruan tinggi lain. Ia menegaskan ITPLN telah dan terus menjadi mitra strategis PLN dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Secara formal sudah ada kerja sama. Mulai dari D3 ke S1, SMA ke S1, sampai S1 ke S2. Tahun lalu sekitar 55 orang S1 ke S2 serta 150 orang tingkat D3 ke jenjang S1, semua dibiayai PLN. Di luar itu, kami juga membuka diri bagi pegawai PLN yang ingin kuliah mandiri tanpa pembiayaan PLN,” tegasnya.

Selain itu, ITPLN juga membuka program dual degree bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Malaysia, salah satunya Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dan Multimedia University (MMU). Melalui skema ini, mahasiswa tetap menjalani perkuliahan di Indonesia, namun berkesempatan memperoleh gelar dari perguruan tinggi mitra di Malaysia.

“Dalam proses ini, kami melihat ada peluang untuk menjabatkan program dual degree. Kuliahnya tetap di sini, tetap di Indonesia, tetapi mahasiswa bisa mendapatkan degree dari Malaysia, yakni dari UNITEN atau MMU, sekaligus degree dari ITPN,” kata Iwa.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang berlangsung selama dua tahun. Salah satu persyaratan utama adalah mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan secara fisik di Malaysia dalam jangka waktu tertentu.

“Dalam satu tahun misalnya, minimal satu bulan mahasiswa harus berada di Malaysia. Karena statusnya lulusan Malaysia, maka harus ada cap visa sebagai bukti kehadiran,” kata Iwa.

Menurut dia, ketentuan satu bulan tersebut bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat membaginya dalam beberapa kunjungan singkat sepanjang tahun akademik.

“Satu tahun itu boleh dipecah, misalnya seminggu, seminggu, seminggu, dan seterusnya, yang penting totalnya memenuhi ketentuan,” ucapnya.

Iwa menambahkan, skema ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan ITPLN di tingkat internasional tanpa membebani mahasiswa dengan kewajiban studi penuh di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Rektorat ITPLN Purnomo memastikan Pandaan akan menjadi lokasi pertama pembukaan PSDKU. Saat ini, ITPLN tengah mengejar proses perizinan agar penerimaan mahasiswa baru dapat dilakukan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Insya Allah tahun ini kita buka pertama di Pandaan, Pasuruan. Targetnya Agustus sudah bisa penerimaan mahasiswa baru. Setelah itu bertahap ke lokasi lain seperti Banjarbaru, Makassar, Palembang, dan Medan,” kata Purnomo.

Ia menegaskan, ITPLN akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk memperbarui informasi terkait perkembangan pembukaan kampus satelit di berbagai daerah.

“Pandaan jadi fokus awal. Berikutnya kita lihat kesiapan lokasi lain. Semua bertahap dan akan kami update ke teman-teman IKPLN juga,” kata Purnomo.***

Author: Humas