JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi ITPLN, Kamis (22/1/2026) lalu. Kegiatan yang digelar seusai Salat Dzuhur berjamaah itu diikuti sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa lintas program studi.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW melalui Peristiwa Isra Mi’raj.” Acara menghadirkan Ustadz A. Zabidi Maemun, MA sebagai pemateri utama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Zabidi menekankan bahwa salat merupakan aspek paling fundamental dalam kehidupan seorang Muslim.
Menurut dia, salat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan integritas.
“Salat adalah fondasi utama pembentukan kepribadian. Jika salatnya baik, maka karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab seseorang akan terbentuk dengan baik,” ujar Ustadz Zabidi di hadapan jamaah.
Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam salat sangat relevan bagi mahasiswa, khususnya sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan di bidang keteknikan dan energi. Salat, kata dia, mengajarkan ketepatan waktu, komitmen, serta kejujuran—nilai yang dibutuhkan dalam dunia akademik maupun profesional.
Peringatan Isra Mi’raj ini juga diisi dengan pemaparan makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Isra ayat 1, yang menegaskan kebesaran Allah SWT dalam memperjalankan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga peristiwa Mi’raj ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Peristiwa tersebut menjadi momentum ditetapkannya salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.
Selain sebagai kegiatan keagamaan, acara ini menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan akademik dan sosial. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat aktif sebagai panitia pelaksana di bawah koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Korps Mubaligh Mahasiswa Nurul Ilmi (KMMNI).
Keterlibatan mahasiswa mencakup persiapan teknis, publikasi kegiatan, hingga pendampingan jamaah. Hal tersebut menjadi bagian dari pembelajaran nonakademik yang mendorong sikap tanggung jawab, kolaborasi, dan kepemimpinan.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, ITPLN berharap sivitas akademika, khususnya mahasiswa, dapat mengambil hikmah untuk meningkatkan kualitas ibadah, etos belajar, serta kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi ITPLN sebagai perguruan tinggi unggul di bidang energi dan penerapan teknologi yang berwawasan lingkungan.***
