JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembali menambah deretan guru besar. Dosen ITPLN, Dr. Indrianto, S.Kom., M.T., resmi menyandang jabatan Profesor dalam rumpun ilmu atau kepakaran Rekayasa Sistem Komputer setelah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1794/M/KPT.KP/2026 tertanggal 26 Januari 2026.
Penyerahan SK dilakukan secara resmi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III DKI Jakarta, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A kepada 12 profesor lainnya se-Jakarta dan disaksikan pimpinan masing-masing kampus, termasuk Wakil Rektor I ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc. dan Wakil Rektor II ITPLN, Heryawan.
Dalam kesempatan ini, Heryawan menyebut capaian tersebut sebagai momen penting yang tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga dunia akademik nasional.
“Kita sama-sama sangat berbahagia karena hari ini kita menyaksikan penyerahan SK yang tentu menjadi cita-cita semua dosen, yakni mencapai jabatan guru besar atau profesor. Ini bukan proses yang mudah,” ujar Heryawan saat penyerahan SK di kantor LLDIKTI III, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Heryawan, lahirnya profesor baru di lingkungan ITPLN diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi dosen lain untuk mengikuti jejak serupa. Ia menyebut, pada tahun ini ITPLN menargetkan akan ada empat hingga lima dosen lain yang sedang dalam proses menjadi guru besar atau profesor.
“Dengan lahirnya para profesor baru ini, harapan kita bisa menularkan semangat kepada rekan-rekan lainnya sehingga jumlah profesor di Indonesia, khususnya di ITPLN, terus bertambah,” kata dia.
Heryawan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses kenaikan jabatan akademik tersebut. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus terjaga guna mendorong lahirnya profesor-profesor baru di ITPLN. Menurutnya, capaian jabatan profesor juga membawa tanggung jawab besar, terutama dalam tridarma perguruan tinggi.
“Ini hasil kerja sama yang tidak mudah. Kami berterima kasih kepada LLDIKTI III dan seluruh rekan sejawat sehingga penyerahan SK Guru Besar ini dapat terlaksana dengan baik. Ke depan, tentu pengabdian dengan pangkat profesor ini tidak mudah, tetapi kami optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi institusi dan bangsa,” tutup Heryawan.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A mengatakan, dengan bertambahnya guru besar di perguruan tinggi akan menjadi amunisi baru untuk meningkatkan kualitas institusi dan program studi.
Henri menekankan, kehadiran profesor baru tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi dosen lain, khususnya dosen muda dan mereka yang tengah bersiap mengajukan jabatan guru besar.
“Kami berharap guru besar yang baru dapat membawa gerbong dosen-dosen muda, mendampingi mereka agar bisa naik ke jenjang jabatan akademik berikutnya,” katanya.
Menurut Henri, bidang kepakaran yang diemban para profesor baru, termasuk Rekayasa Sistem Komputer, memiliki relevansi strategis dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat serta negara, terutama di tengah percepatan transformasi digital.
“Kepakaran Bapak-Ibu sekalian harus berdampak, tidak kering. Ilmunya harus bisa membunyi, membantu masyarakat dan juga pemerintah,” ucap Henri.
Henri mengingatkan bahwa gelar guru besar bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di hadapan masyarakat.
“Guru besar tidak bisa santai. Akan selalu ditunggu karya, pemikiran, dan kontribusinya. Bahkan di keluarga pun akan menjadi rujukan,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan perguruan tinggi atas dukungan yang diberikan, serta mengucapkan selamat kepada Dr. Indrianto atas capaian akademik tertinggi yang diraih.
“Perjuangan panjang Bapak-Ibu akhirnya terbayar. Sekali lagi, selamat kepada profesor baru dan institusinya,” kata Henri.***




