ITPLN Bakal Kembangkan Kampus Terpadu, Rektor: Asah Terus Kreativitas

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., dan jajaran pimpinan kembali memotivasi mahasiswa baru tahun ajaran 2026-2027 dalam Pekan Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Karisma Gelora.

Dalam kesempatan itu, Iwa Garniwa mengatakan revitalisasi kampus ITPLN terus dilakukan sebagai bagian dari rencana pengembangan kampus terpadu. Pengembangan tersebut disiapkan secara bertahap karena pembangunan fisik kampus terpadu membutuhkan investasi lebih dari Rp1 triliun.

Iwa mengatakan ITPLN telah memiliki gambaran, animasi, serta roadmap pengembangan kampus secara fisik. Salah satu tahap yang tengah berjalan ialah revitalisasi sejumlah fasilitas di dalam kampus.

“Pengembangan kampus kita berjalan terus. Cita-cita kita, kampus ini akan dibangun menjadi kampus terpadu secara fisik. Tapi itu tidak mudah, karena biayanya luar biasa, lebih dari Rp1 triliun,” ujar Iwa, Jum’at, 11 September 2026.

Dalam rencana tersebut, ITPLN menyiapkan sejumlah fasilitas baru. Di area belakang kampus, misalnya, direncanakan pembangunan gedung berbentuk dome. Sementara di sisi kiri terdapat rencana pembangunan gedung laboratorium enam lantai.

ITPLN juga menyiapkan fasilitas di area depan kampus yang diperuntukkan bagi berbagai kegiatan mahasiswa. Seluruh pengembangan tersebut menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang kampus.

Namun, menurut Iwa, kualitas pendidikan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan fasilitas fisik. Ia menilai kreativitas, kualitas pembelajaran, serta akses mahasiswa terhadap fasilitas pembelajaran yang relevan jauh lebih penting.

Iwa yang juga merupakan guru besar Universitas Indonesia (UI) mengatakan pengalamannya mengajar mahasiswa S1 hingga S3 di UI membuatnya dapat membandingkan lingkungan pendidikan dan fasilitas kedua perguruan tinggi tersebut.

“Fasilitas itu bukan hal yang pokok. Bukan berarti tidak penting, tetapi bukan yang utama. Yang penting adalah asah terus kreativitas,” tegasnya.

 

Laboratorium Terbesar

Iwa mengatakan mahasiswa ITPLN memiliki keunggulan berupa akses terhadap fasilitas milik PLN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran mahasiswa sesuai ketentuan dan kebutuhan program.

Menurut dia, kondisi itu membuat laboratorium pembelajaran mahasiswa ITPLN tidak hanya berada di dalam lingkungan kampus.

“Lab yang terbesar di Indonesia itu di mana? Di ITPLN. Kenapa? Karena kita bukan hanya punya lab di sini. Seluruh PLN yang ada di Indonesia itu adalah labnya ITPLN,” kata Iwa.

Ia mencontohkan fasilitas penelitian dan pengembangan PLN yang dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran mahasiswa ITPLN. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi industri ketenagalistrikan.

Akses tersebut juga diperkuat dengan peluang magang mahasiswa di lingkungan PLN. Iwa menyebut jajaran direksi PLN telah menyatakan kesiapan memfasilitasi mahasiswa ITPLN yang berminat menjalani program magang di PLN.

“Karena ITPLN adalah anak kandung PLN, seluruh mahasiswa ITPLN yang mau magang di PLN akan kami fasilitasi,” ujarnya.

Iwa menyebut kesempatan tersebut sebagai salah satu keistimewaan yang dimiliki mahasiswa ITPLN. Menurut dia, bahkan sejumlah perguruan tinggi lain juga mengajukan permintaan agar mahasiswanya dapat menjalani magang di PLN.

Selain fasilitas dan akses industri, Iwa menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan sumber daya manusia di sektor energi.

Ia mengatakan ITPLN memiliki program yang secara khusus diarahkan untuk mendukung kebutuhan SDM dalam transisi energi. Arah tersebut diselaraskan dengan visi ITPLN serta kebutuhan industri ketenagalistrikan.

“Kurikulum dan silabusnya disesuaikan dengan kebutuhan SDM transisi energi,” ucap Iwa.

Menurut dia, mahasiswa perlu memahami bahwa perubahan di sektor energi tidak berdiri sendiri. Transisi energi berjalan bersamaan dengan perkembangan digital, perubahan kebutuhan sumber daya manusia, serta tantangan perubahan iklim.

Karena itu, mahasiswa ITPLN dibekali sejumlah kompetensi yang relevan dengan perubahan tersebut, termasuk pemahaman mengenai energi dan lingkungan, teknopreneurship, serta literasi digital.

Iwa menggambarkan tantangan masa depan melalui empat “gelembung” besar, yakni energi, digital, sumber daya manusia, dan iklim.

“Pertama gelembung energi, kemudian gelembung digital, gelembung SDM, dan yang sekarang kita hadapi adalah gelembung iklim. Itu tantangan kita semua. ITPLN ada di situ,” tuturnya.

Ia meminta mahasiswa baru tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus membangun kompetensi dan beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Menurut Iwa, mahasiswa dapat mengukur keunggulan ITPLN dengan membandingkan kompetensi dan pengalaman yang diperoleh dengan perguruan tinggi lain. Namun, ia menegaskan proses peningkatan kualitas ITPLN juga terus berjalan. “Kita terus bertumbuh, tidak berhenti,” tandasnya.***

Author: Humas