Limbah MBG Disulap Jadi Biofuel, Mahasiswa ITPLN Raih Medali Perak

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sistem Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN) berhasil mengubah limbah organik sisa Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi energi alternatif ramah lingkungan, biofuel. Inovasi mereka pun menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang Silver Medal dalam ajang 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition 2026 yang digelar pada 16–17 Mei 2026 lalu.

Kompetisi tingkat nasional itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan fokus pada gagasan inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Tim ITPLN terdiri atas Sobrina Firsty Nurisa, Arin Candra, dan Siluh Bintang Dwi. Mereka dibimbing dosen ITPLN, Ir. Dwi Listiawati, M.T., IPM., ASEAN Eng.

Dalam kompetisi itu, tim ITPLN mengusung karya ilmiah berjudul “Inovasi Maggot Biofuel Berbasis Limbah MBG untuk Masa Depan Energi Berkelanjutan”. Gagasan tersebut memanfaatkan limbah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sumber nutrisi utama larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk menghasilkan biofuel.

“Limbah organik MBG sebenarnya masih memiliki nilai guna tinggi. Kami mencoba mengolahnya menjadi sumber energi terbarukan melalui maggot BSF,” ujar Sobrina Firsty Nurisa dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Sobrina, maggot memiliki kandungan lemak hingga 35 persen yang berpotensi dijadikan bahan baku biofuel. Lemak tersebut kemudian diolah melalui proses transesterifikasi untuk menghasilkan bahan bakar alternatif.

Ia menjelaskan, hasil pengujian menunjukkan biofuel berbasis maggot memiliki densitas sebesar 843–895 kg/m³ dan viskositas 2,7–5,9 mm²/s. Angka itu masih berada dalam standar biodiesel internasional ASTM D6751 dan EN 14214.

“Angka setana maggot biofuel juga mencapai 60, lebih tinggi dibanding solar fosil yang rata-rata berada di kisaran 45 sampai 55. Ini membuat proses pembakaran lebih cepat, stabil, dan emisi partikulatnya lebih rendah,” katanya.

Selain menghasilkan energi alternatif, inovasi tersebut dinilai mampu menjawab persoalan limbah organik yang terus meningkat. Konsep yang ditawarkan juga dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan target pengurangan emisi karbon.

Ajang SINEC 2026 menilai karya peserta berdasarkan inovasi, kelayakan implementasi, dampak sosial, hingga kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Raihan Silver Medal itu menjadi bukti bahwa gagasan mahasiswa ITPLN memiliki potensi aplikatif untuk diterapkan di masyarakat.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi ITPLN sebagai kampus yang mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang energi baru terbarukan.***

Author: Humas