JAKARTA — Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., MT., IPU., ASEAN Eng. menegaskan pentingnya bulan Ramadan sebagai momentum revolusi akhlak bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan ITPLN. Hal itu disampaikan Prof Iwa saat mengisi Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di Masjid Nurul Ilmi, usai salat Dzuhur.
Menurut Iwa, di tengah kesibukan perkuliahan, penelitian, dan aktivitas kampus, sivitas akademika ITPLN harus tetap berpegang pada jati diri nilai ENERGI+ yang menjadi budaya baru institusi.
“ENERGI+ bukan sekadar slogan, tetapi nilai hidup yang harus diinternalisasi,” ujar Iwa dalam ceramahnya, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, huruf E dalam ENERGI+ bermakna Etika. Ramadan, kata dia, adalah madrasah etika yang mengajarkan pengendalian diri, kejujuran, dan menjaga lisan.
“Insan ITPLN yang beretika akan disegani dan ilmunya menjadi berkah,” ucapnya.
Huruf N berarti Nasionalis. Menurut Iwa, rasa lapar dan haus selama puasa menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi kuat rasa kebangsaan.
Sementara E berikutnya bermakna Ekselen atau unggul. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya bekerja secara profesional dan penuh kesungguhan. Disiplin waktu selama Ramadan, lanjutnya, harus dibawa ke ruang kuliah dan laboratorium sebagai karakter unggul akademisi.
Nilai R dimaknai sebagai Responsif, yakni cepat tanggap terhadap persoalan umat dan tantangan zaman, khususnya di bidang energi. “Seperti orang berpuasa yang sigap menjawab azan, insan ITPLN harus peka terhadap krisis dan kebutuhan energi bangsa,” katanya.
Adapun G berarti Global. Iwa menilai Ramadan mengajarkan wawasan universal. Karena itu, akademisi ITPLN dituntut mampu bersaing dan berkolaborasi di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai keislaman dan kebangsaan.
Huruf I terakhir dimaknai sebagai Inovasi. Menurutnya, Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan solusi-solusi baru bagi persoalan energi nasional.
Iwa menambahkan, tanda plus (+) pada ENERGI+ memiliki makna misi luhur, yakni menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai living way.
“Tujuannya agar lulusan ITPLN tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi rahmat bagi semesta alam,” tuturnya.
Ia optimistis, internalisasi nilai ENERGI+ akan melahirkan lulusan berkarakter unggul—beretika, nasionalis, responsif, inovatif, dan berwawasan global—yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Puncak kesalehan akademisi adalah ketika ilmunya bermanfaat, akhlaknya mulia, wawasannya global, dan dedikasinya untuk negeri,” kata Iwa menutup kultum.***
