JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembali memakmurkan Ramadan 2026 di Masjid Nurul Ilmi dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan. Seperti buka puasa bersama, tarawih hingga penguatan tata nilai budaya baru ENERGI+, yang mencakup Etika, Nasionalis, Ekselen, Responsible, Global, dan Innovative.
Ketua DKM Masjid Nurul Ilmi ITPLN, Ustadz Muhammad, S.Pd.I., M.Pd.I, menegaskan, Ramadan menjadi momentum strategis bagi pembentukan karakter mahasiswa. Menurut dia, proses pembinaan spiritual, penguatan mental, hingga pengendalian diri selama Ramadan memiliki dampak sosial dan moral yang penting dalam membentuk pribadi beretika dan bertanggung jawab.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan bukber hari pertama Ramadan dengan jumlah peserta kurang lebih 80 mahasiswa Ikhwan dan akhwat. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan SDM unggul di bidang energi dan teknologi, ITPLN tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa pengabdian,” ujar Muhammad dalam keterangannya, Jum’at, 20 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan Ramadan Kampus ITPLN 2026 dirancang sejalan dengan implementasi Tata Nilai Budaya Baru ENERGI+, yang mencakup Etika, Nasionalis, Ekselen, Responsible, Global, dan Innovative. Simbol “plus” dimaknai sebagai penguatan berkelanjutan atas nilai-nilai tersebut agar terwujud positive mindset dan perilaku unggul di lingkungan civitas akademika ITPLN yang dikenal dengan sebutan #KsatriaPetir.
Dia berharap, program Ramadan Kampus ini menjadi wahana strategis untuk membangun karakter mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kesalehan personal dan sosial yang kuat.
“Melalui ENERGI+, Ramadan di ITPLN diharapkan menjadi gerakan perubahan berkelanjutan yang melahirkan insan akademik beretika, inovatif, dan berdampak positif bagi bangsa dan dunia,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui dukungan finansial maupun nonfinansial, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Terpisah, Sekretaris DKM Masjid Nurul Ilmi ITPLN, Ustadz Agus Zaini, mengatakan kegiatan Ramadan Kampus ITPLN 2026 dilaksanakan selama 25 hari dengan pendekatan edukatif, spiritual, dan partisipatif.
Menurut Agus, rangkaian kegiatan meliputi pembinaan ibadah seperti kultum, tadarus, dan tarawih, kajian tematik ENERGI+ oleh pimpinan, ustadz, dan pakar, diskusi implementasi ENERGI+ dalam kehidupan kampus, kegiatan pengabdian masyarakat dan kepedulian sosial Ramadan, serta penguatan keteladanan dan budaya akademik Islami.
“Targetnya bukan hanya peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga terinternalisasinya nilai ENERGI+ dalam perilaku sehari-hari civitas akademika,” kata Agus.
Ia berharap, tingkat partisipasi mahasiswa dan dosen, peningkatan disiplin dan etika mahasiswa selama dan setelah Ramadan, serta lahirnya rekomendasi program lanjutan untuk memperkuat budaya ENERGI+ pasca-Ramadan.***
