Bukan Cuma Akademik! Wakil Rektor ITPLN Ingatkan Mahasiswa Soal Akhlak di Mimbar Jumat

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — Wakil Rektor IV Institut Teknologi PLN (ITPLN), Ahsin Sidqi, menegaskan bahwa keunggulan akademik saja tidak cukup untuk mencetak lulusan yang benar-benar berhasil dan mulia di dunia kerja. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Nurul Ilmi ITPLN, Jakarta.

Dalam khutbahnya, Ahsin menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan budi pekerti. Menurut dia, indeks prestasi (IP) yang tinggi memang membuka peluang kerja di tempat-tempat bergengsi, namun tidak otomatis menjamin kualitas hidup seseorang unggul di tengah masyarakat.

“Kalau mahasiswa IP-nya tinggi lalu bekerja di tempat bagus, itu belum cukup. Inti dari ITPLN adalah melahirkan mahasiswa yang pintar sekaligus berakhlak, beretika, dan menjunjung sopan santun,” ujar Ahsin dalam khutbahnya, Jum’at, 13 Februari 2026.

Ia mengingatkan bahwa akal pikiran menjadi syarat kelulusan akademik, tetapi kualitas hidup yang baik—baik di dunia maupun akhirat—sangat ditentukan oleh kekuatan hati dan karakter. Ahsin mengutip Surah Al-Hajj ayat 46, “Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada”.

Dia menegaskan bahwa kebutaan sejati bukan pada mata, melainkan pada hati yang tidak mampu memahami nilai kebenaran. Dia juga menyinggung fenomena orang-orang berpendidikan tinggi dan berpangkat, namun kehilangan kehormatan karena krisis etika.

“Gelar banyak, posisi tinggi, tetapi terjerat korupsi. Di mata manusia hina, apalagi di hadapan Allah,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ahsin juga menyampaikan budaya baru di lingkungan ITPLN, yakni ENERGI+, sebuah akronim dari Etika, Nasionalis, Ekselen, Responsif, Global, dan Inovatif. Budaya ini diharapkan bisa menjadi simbol semangat baru sivitas akademika dalam menghadapi tantangan zaman.

ITPLN, lanjutnya, menekankan pembentukan sivitas akademika berkarakter. Terlebih menjelang ibadah Ramadan yang diyakini akan membawa rahmat bagi semesta. Insan yang berkarakter, tegasnya, hanya bisa diwujudkan oleh pribadi-pribadi yang memiliki hati bersih dan integritas.

Ia menilai kemampuan komunikasi dan kecerdasan verbal tidak akan bermakna jika tidak disertai kejujuran dan rekam jejak yang baik. “Orang bisa bicara hebat, jadi motivator mahal, tapi kalau perilakunya tak mencerminkan nilai yang disampaikan, kepercayaan publik akan hilang,” tuturnya.

Menutup khutbah, Ahsin mengajak mahasiswa menjadikan kampus sebagai laboratorium pembentukan akhlak. Ia mendorong peningkatan ibadah, kepedulian sosial, serta kebiasaan saling menolong agar lulusan ITPLN tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga mulia secara moral.

“Target kita bukan hanya sukses, tapi juga bermartabat,” kata Ahsin.***

Author: Humas