Cetak Seribu Sarjana Papua, Mappi Gandeng ITPLN Siapkan Talenta Transisi Energi

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi, Provinsi Papua Selatan, resmi menggandeng Institut Teknologi PLN (ITPLN) untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang energi dan ketenagalistrikan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kampus ITPLN, Jakarta Barat.

Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa mengatakan, kolaborasi dengan Pemkab Mappi merupakan bagian dari komitmen ITPLN dalam membangun talenta nasional, khususnya di bidang transisi energi.

“Kami senang sekali teman-teman dari Papua, khususnya Kabupaten Mappi, datang untuk membangun kerja sama ini. ITPLN akan berupaya agar kolaborasi ini benar-benar terealisasi dan menghasilkan manfaat yang maksimal,” ujar Iwa dalam sambutannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurut Iwa, ITPLN selama ini telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah pemerintah daerah, seperti Kabupaten Pariaman, Tabalong, dan Pasuruan serta lainnya. Fokus utama kerja sama tersebut adalah menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi baru sesuai kebutuhan masa depan sektor energi.

“Dunia energi sedang bergerak menuju net zero emission. Indonesia sendiri berkomitmen mencapainya pada 2060. Untuk ke sana dibutuhkan talenta-talenta baru dengan kompetensi yang relevan, bukan kompetensi lama,” katanya.

Iwa menegaskan, ITPLN memosisikan diri sebagai perguruan tinggi transisi energi. Komitmen itu, kata dia, dibuktikan dengan penghargaan dari Dewan Energi Nasional sebagai Kampus Transisi Energi.

“Ini pengakuan atas kebijakan kami dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan transisi energi. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu menyatakan kerja sama ini sejalan dengan program unggulan daerah, yakni Program Seribu Sarjana. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas SDM asli Papua, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

“Kami bisa ada sampai di sini karena ada hubungan dengan program kami pada periode ini adalah program seribu sarjana yang kita bagi dalam dua bagian besar. Yakni terutama terhadap konsentrasi pada SDM, itu untuk menentukan karakter anak-anak adik-adik kami dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK. Lalu pada bagian kedua itu yang menitipkan untuk kuliah. Kuliah kita bagi untuk dua bagian, itu baik yang pelajar yang murni, mahasiswa murni dan juga yang sudah menjadi ASN,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Mappi juga memiliki program besar lainnya, yaitu kami ingin seluruh kampung akan mendapatkan akses listrik pada tahun depan. Namun, ucapnya, kendala serius yang dihadapi adalah belum tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan dan memelihara fasilitas kelistrikan tersebut secara optimal.

“Kami punya target besar, salah satunya memastikan seluruh kampung di Mappi terlistriki. Namun kendala utama kami adalah keterbatasan SDM yang mampu mengoperasikan dan merawat pembangkit, terutama listrik tenaga surya terpusat,” kata Kristosimus.

Ia menjelaskan, Pemkab Mappi menargetkan setiap kampung memiliki minimal dua tenaga lokal yang terlatih sebagai operator kelistrikan. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM juga dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan industri perkebunan dan sektor lain yang mulai berkembang di wilayah Papua Selatan.

“Kerja sama ini penting agar anak-anak kami memahami teknologi, siap masuk dunia industri, dan tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Kristosimus menambahkan, ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN Supriyadi menyebut ITPLN memiliki 15 program studi jenjang D3 dan S1 serta lima program studi S2 yang seluruhnya diarahkan pada kebutuhan sektor energi.

“ITPLN adalah applied university. Mahasiswa kami lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi. Mereka disiapkan agar siap kerja,” ujar Supriyadi.

Ia menambahkan, ITPLN juga didukung kuat oleh PLN, terutama dalam program magang di sektor pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik.

“Pilihan Pemkab Mappi menggandeng ITPLN sangat tepat. Kami siap mendukung pengembangan SDM Papua yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.***

 

Author: Humas