JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggandeng Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN) untuk memperluas program affiliate sebagai strategi meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Sinergi ini dinilai krusial karena pensiunan PLN memiliki jejaring, pengalaman industri, dan kredibilitas kuat di masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa menegaskan, keterlibatan IKPLN bukan sekadar simbolik, melainkan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis industri energi.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa ITPLN tidak bisa berdiri sendiri. Peran Bapak-Ibu di IKPLN sangat vital, karena pengalaman selama di PLN dan interaksi dengan dunia industri menjadi kekuatan besar bagi kami,” ujar Iwa saat sosialisasi bersama IKPLN, kemarin.
Menurut Iwa, ITPLN saat ini memiliki sekitar 11 ribu alumni, hampir 2 ribu di antaranya berkiprah di lingkungan PLN. Ia berharap para pensiunan PLN dan alumni ITPLN tersebut dapat menjadi duta kampus, role model, sekaligus jembatan antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.
“Kami ingin IKPLN ikut merasakan kebanggaan bahwa ITPLN adalah bagian dari keluarga besar PLN. Dukungan Bapak-Ibu dalam promosi penerimaan mahasiswa baru sangat kami harapkan,” katanya.
Iwa menambahkan, kepercayaan PLN terhadap ITPLN terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan pengiriman sekitar 250 mahasiswa ikatan kerja PLN untuk mengikuti program peningkatan kompetensi atau upskilling, mulai dari D3 ke S1, D4 ke S1, hingga S1 ke S2.
“Ini adalah bentuk kepercayaan yang luar biasa terhadap kualitas ITPLN. Karena itu, kami berharap IKPLN turut membangun narasi positif bahwa ITPLN adalah pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkarier di sektor energi dan ketenagalistrikan masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Iwa juga mengungkapkan bahwa ITPLN telah menjalin komunikasi dengan sejumlah kampus ternama di Malaysia seperti Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia yang ada di bawah Tenaga Nasional Berhad (TNB). ITPLN dan UNITEN berencana membangun kolaborasi internasional, termasuk riset bersama dan program akademik lintas negara.
“Ini menunjukkan kepercayaan internasional mulai tumbuh. Kami ingin ITPLN terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” kata Iwa.
Sementara itu, Kepala Rektorat ITPLN Purnomo menjelaskan, kolaborasi affiliate antara ITPLN, IKPLN, dan PLN akan terus dikembangkan. Ke depan, skema teknis akan segera disusun untuk memaksimalkan jejaring pensiunan dan pemangku kepentingan aktif di PLN.
“Ini pertemuan awal. Nanti akan kita rancang teknis bagaimana menjalankan kolaborasi antara IKPLN, PLN, dan ITPLN. Potensi stakeholder PLN masih sangat besar dan bisa menjadi keunggulan,” kata Purnomo.
Ia menambahkan, program affiliate ini tidak hanya menguntungkan secara institusional, tetapi juga memberikan manfaat finansial bagi anggota IKPLN. Selain itu, pendekatan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah dinilai masih sangat terbuka lebar.
“Banyak siswa SMA yang belum tahu keunggulan ITPLN, termasuk peluang green jobs di sektor transisi energi. Ini peluang besar yang harus kita garap bersama,” katanya.
Purnomo menekankan, sinergi yang berkelanjutan antara ITPLN, IKPLN, dan PLN diyakini akan meningkatkan kepercayaan publik, kualitas mahasiswa, serta memperkuat kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan nasional.***