JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menyiapkan delapan arah sasaran strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi nasional. Strategi tersebut mencakup peningkatan mutu akademik, riset unggulan, hingga pengembangan kampus hijau dan digital.
Hal itu disampaikan Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa saat Rapat Kerja ITPLN di Kampus ITPLN, Selasa, 30 Desember 2025.
“Delapan sasaran strategis ini kami siapkan untuk memastikan ITPLN relevan dengan kebutuhan industri dan mampu berkontribusi nyata dalam transisi energi,” ujar Prof. Iwa.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu akademik dilakukan melalui penguatan karakter mahasiswa serta sosialisasi aktif ke sekolah-sekolah menengah unggulan. Langkah tersebut, menurut dia, menjadi upaya memperluas pengenalan ITPLN kepada masyarakat.
“Ini cara kami menyampaikan ke publik bahwa ITPLN ada dan siap berperan,” ucapnya.
Sasaran kedua difokuskan pada peningkatan kualitas riset dan inovasi. Prof. Iwa menyebut, ITPLN kini telah naik clister menjadi cluster utama dalam pemeringkatan Metrics Score for Cluster 2026 pada laman SINTA (Science and Technology Index) dan menargetkan status mandiri agar dapat mengakses pendanaan riset nasional hingga Rp10 miliar.
“Kita tinggal satu tingkat lagi menjadi mandiri. Ini peluang besar bagi dosen dan institusi,” katanya.
Strategi berikutnya meliputi penguatan reputasi kampus melalui kolaborasi inovasi, kerja sama global, serta pengembangan program unggulan. Salah satunya adalah rencana pendirian Drone Academy hasil kerja sama dengan Korea Selatan.
ITPLN juga mendorong transformasi tata kelola kelembagaan, percepatan digitalisasi sarana dan prasarana, serta pengembangan konsep smart and green campus.
Dalam aspek link and match, Iwa menegaskan komitmen ITPLN membangun kemitraan langsung dengan industri energi.
“Kami akan datang ke perusahaan-perusahaan terkait dan meminta mereka menerima lulusan ITPLN. Kurikulum akan kami sesuaikan dengan kebutuhan industri,” ungkap dia.
Selain itu, ITPLN menargetkan peningkatan akreditasi dengan peluang tiga hingga empat program studi meraih status unggul pada tahun depan.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PLN Hartarto Wibowo menegaskan harapan agar ITPLN bertransformasi menjadi applied university yang berorientasi pada kebutuhan industri energi.
“Benchmark ITPLN itu MIT dan NTU. Visi ini sangat sejalan dengan kebutuhan sektor ketenagalistrikan,” kata Hartarto.
Menurut dia, terdapat tiga peran utama ITPLN yang diharapkan PLN, yakni sebagai mitra strategis industri energi, penguat link and match, serta penyedia talenta utama bagi PLN dan sektor ketenagalistrikan nasional.
Hartarto merinci setidaknya 10 fondasi link and match, mulai dari kurikulum yang relevan, dosen tamu dari industri, program magang, komitmen penyerapan lulusan, hingga beasiswa dan sertifikasi kompetensi.
“Tidak mungkin link and match terjadi jika kurikulumnya tidak selaras dengan industri,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya joint research antara kampus dan BUMN untuk mengoptimalkan belanja riset nasional yang saat ini masih tersebar.
“Kalau riset dikonsolidasikan, efisiensi dan dampaknya akan jauh lebih besar,” kata Hartarto.
PLN, lanjut dia, juga mendorong kolaborasi melalui laboratorium praktik, program bridging, serta penguatan unit bisnis kampus seperti training center.
“Ke depan, PLN tidak hanya berpikir soal PLN Group. Ekosistem ketenagalistrikan nasional harus dibangun bersama,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, ITPLN diproyeksikan menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi yang menopang transformasi energi Indonesia.***

