JAKARTA – Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar kuliah tamu daring bersama ID Battery bertajuk Dasar Pemahaman Baterai untuk Mendukung Transisi Energi: Perspektif Bidang Listrik dan Mesin, Kamis, 18 Desember 2025 lalu.
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom ini diikuti mahasiswa lintas program studi dan dirancang untuk memperkuat pemahaman teknologi baterai yang kian krusial di era energi bersih.
Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa menekankan peran strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) adaptif. Ia menyebut penguasaan teknologi baterai menjadi kunci pengembangan kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga sistem penyimpanan energi masa depan.
“Tantangan transisi energi tidak hanya soal kebijakan, tetapi juga kesiapan tenaga terampil di lapangan. Karena itu, kampus vokasi dituntut mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi praktis mahasiswa sejak dini,” ujar Prof Iwa Garniwa di kampus ITPLN, Senin, 29 Desember 2025.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari penerapan sistem pembelajaran 4-4-2 di Sekolah Vokasi ITPLN. Dalam skema tersebut, 20 persen proses belajar diisi dengan kehadiran praktisi dan profesional industri guna memperkaya perspektif mahasiswa terhadap kebutuhan nyata dunia kerja.
Sebagai pembicara utama, ITPLN menghadirkan Executive Director ID Battery Muhammad Firmansyah, S.E., MBA. Ia didampingi Hermawan Wijaya, Marketing Director ABC Lithium sekaligus Wakil Ketua ID Battery, yang memaparkan perkembangan industri baterai dari sisi bisnis dan teknologi.
Diskusi dipandu dosen sekaligus Ketua Program Studi D3 Teknologi Listrik ITPLN, Sandi Budi Kurniawan, yang berlangsung dinamis dengan Clara Ferlita Binaisuri, mahasiswa D3 Teknologi Listrik ITPLN, bertindak sebagai pembawa acara.
Sejumlah isu teknis mengemuka dalam sesi tanya jawab, mulai dari efisiensi dan keamanan baterai, umur pakai, hingga tantangan pengembangan baterai ramah lingkungan. Mahasiswa tampak aktif berdiskusi, mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap teknologi penyimpanan energi.
Antusiasme peserta dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekosistem baterai nasional. Diskusi juga menegaskan pentingnya kolaborasi kampus dan industri dalam mendukung target transisi energi yang dicanangkan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi ITPLN berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan industri teknologi baterai yang berkembang pesat. Kampus menargetkan lulusan yang mampu langsung berkontribusi dalam rantai nilai energi masa depan.***
