Sukses di ICEMS Busan, Peneliti ITPLN Ini Kalahkan Kampus Dunia di Korea Selatan

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

JAKARTA — Ketua Pusat Kajian Advanced Energy and Power System Solution (AEPS2) ITPLN, Dr. Marwan Rosyadi, meraih Best Presentation Award dalam ajang International Conference on Electrical Machines and Systems (ICEMS) 2025 yang digelar di Busan, Korea Selatan.

Penghargaan ini diraih setelah ia mempresentasikan riset tentang stabilitas frekuensi sistem tenaga listrik berbasis energi terbarukan.

Marwan mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan penting, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi institusi dan komunitas riset Indonesia di tingkat global.

“Penghargaan ini merupakan kehormatan dan apresiasi yang sangat berarti. Ini menjadi validasi bahwa topik riset yang saya angkat, khususnya terkait stabilitas frekuensi pada sistem tenaga berbasis energi terbarukan, memiliki relevansi global,” kata Marwan saat berbincang, Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pengembangan sistem tenaga listrik modern.

ICEMS 2025 diikuti peneliti dari berbagai universitas dan pusat riset ternama dunia dari 113 negara dengan 900 paper terbaik. Menurut Marwan, atmosfer kompetisi dalam konferensi tersebut berlangsung ketat namun tetap kolaboratif.

“Setiap presentasi diuji secara kritis, baik dari sisi teori, metodologi, maupun implementasi praktis. Pengalaman ini menunjukkan bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing secara setara di forum internasional, selama riset yang dilakukan memiliki kebaruan, kedalaman analisis, dan relevansi terhadap tantangan global,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Marwan mempresentasikan makalah berjudul “Virtual Inertia Control for Grid-Connected Wind Farms: A Novel Approach to Frequency Stability Enhancement.”

Penelitian ini menyoroti persoalan menurunnya natural inertia sistem tenaga listrik akibat meningkatnya penetrasi pembangkit berbasis inverter, seperti pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dan surya (PLTS).

Penurunan inertia tersebut, kata Marwan, menyebabkan sistem menjadi lebih rentan terhadap gangguan, ditandai dengan deviasi frekuensi yang berlangsung lebih cepat.

“Inovasi utama riset ini adalah pengembangan skema virtual inertia control yang adaptif terhadap dinamika sistem, terintegrasi dengan model dinamis turbin angin dan konverter daya,” kata Specialist Performance Assistant Director PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara itu.

Hasil penelitian menunjukkan, pendekatan tersebut mampu meningkatkan frequency nadir serta meredam rate of change of frequency (RoCoF) secara signifikan tanpa memerlukan perubahan perangkat keras utama.

“Ini membuatnya lebih mudah diimplementasikan dan relevan untuk sistem tenaga masa depan dengan penetrasi energi terbarukan yang tinggi,” jelas Marwan.

Ia menegaskan, riset tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan menjaga stabilitas sistem tenaga listrik dan agenda transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Setiap program penelitian ITPLN bisa diakses melalui www.itpln.ac.id.***

Author: Humas