Ke Bendungan Karian, Mahasiswa ITPLN Pelajari Pentingnya Infrastruktur Ramah Lingkungan

  • Comments: 0
  • Posted by: Humas

BANTEN — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi PLN (ITPLN) melaksanakan kuliah lapangan ke Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten, sebagai bagian dari pembelajaran langsung terkait pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur lingkungan, Senin, 15 Desember 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan bendungan dari perspektif teknik lingkungan. Bendungan Karian dipilih karena merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berperan penting dalam penyediaan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir di wilayah Banten dan sekitarnya.

Dosen Teknik Lingkungan ITPLN, Nadia Paramita, mengatakan kuliah lapangan menjadi sarana penting untuk menjembatani teori di ruang kelas dengan praktik di lapangan.

“Hari ini, kami bersama dengan mahasiswa, hadir ke unit pengelolaan bendungan Karian untuk melihat bagaimana sih sebuah bendungan itu bekerja, kemudian bagaimana pengelolaan terhadap lingkungannya, konservasinya, hidrologinya, dan juga ilmu-ilmu yang berkait dengan lingkungan khususnya di mata kuliah ilmu lingkungan ini,” ujar Nadia di lokasi, Senin, 15 Desember 2025.

Menurutnya, mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana sistem bendungan bekerja, mulai dari aspek kualitas air, dampak lingkungan, hingga pengelolaan ekosistem di sekitarnya. Dengan kuliah lapangan ini, tegasnya, mahasiswa bisa langsung menyerap ilmu yang tidak bisa didapat hanya dari buku.

Selama kunjungan, mahasiswa melakukan observasi terhadap struktur bendungan, sistem pengelolaan air, serta potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan infrastruktur skala besar. Mereka juga mendapatkan penjelasan teknis mengenai upaya mitigasi lingkungan yang diterapkan pengelola bendungan.

Menurut Nadia, Bendungan Karian memberikan contoh nyata penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang relevan dengan kompetensi lulusan Teknik Lingkungan.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan berdampak positif untuk masyarakat,” kata dia.

Kuliah lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Selain Ke Bendungan Karian, Mahasiswa ITPLN itu pun mengunjungi industri minuman sehat di kawasan Sukabumi, Jawa Barat untuk mempelajari pengelolaan limbah industri. Kuliah lapangan ini didampingi dosen Teknik Lingkungan lain, Eqieu Alkahfi dengan 64 Mahasiswa Teknik Lingkungan ITPLN.

Salah satu mahasiswa Teknik Lingkungan ITPLN, Ghozy menilai kuliah lapangan ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di kelas.

“Selama ini kami mempelajari bendungan secara teori, mulai dari hidrologi sampai dampak lingkungannya. Di sini kami bisa melihat langsung bagaimana sistem itu bekerja dan tantangan pengelolaannya,” kata Ghozy.

Diakuinya, proyek besar seperti Bendungan Karian melibatkan membutuhkan peran insinyur lingkungan sehingga setiap proyek infrastruktur bisa tetap menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.

Para mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar pembelajaran di bangku kuliah semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan, khususnya dalam menghadapi persoalan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia.***

Author: Humas